- Dapatkan pautan
- X
- E-mel
- Apl Lain
Sekda Sabrina Ogah Jawab Pertanyaan Soal Mobil Dinas Kabag
Aset Pemprov Sumut Pilih Tutup Pintu
MEDAN,( KBN ONLINE )
Hingga saat ini permasalahan aset daerah berupa mobil dinas
di Provinsi Sumatera Utara belum juga terselesaikan. Pasalnya, sebanyak 95 unit
mobil eks DPRD Sumut telah ditarik, namun tidak tahu keberadaannya di mana.
Pada tahun lalu, pemerintah provinsi Sumatera Utara telah
menarik seluruh mobil dinas DPRD Sumut, kecuali kepada pimpinan dewan.
Sebanyak 95 unit mobil dinas DPRD berjenis Toyota Innova
yang ditarik oleh pemerintah sudah diserahkan kepada tiap SKPD. Dikarenakan
seluruh para dewan sudah mendapat tunjangan transportasi, dan tidak memakai
mobil dinas lagi.
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara, Sabrina
saat di temui Tribun Medan, pada Jumat (18/1/2018) malam, mengatakan, bahwa
prihal tersebut jangan dipertanyakan kepadanya lagi.
"Jangan aset daerah, nanyakan kepada saya lah,"
ucapnya.
Kemudian, Sabrina juga menyampaikan, bahwa permasalaham aset
daerah bukan lagi tupoksinya. Ia juga mengatakan, bahwa saat ini bawahannya
yang sudah mengurusi untuk dilakukannya penataan.
"Bukan saya lagi itu yang urusin," ucapnya.
Padahal, sebelumnya Sabrina sudah memerintahkan jajaran
untuk segera memulangkan seluruh mobil dinas yang masih dipakai oleh ASN yang
tidak bekerja lagi, atau dikendarai bukan pegawai negeri sipil.
"Saya sudah perintahkan untuk semua Kepala Dinas dan
Pejabat untuk segera memulangkan kendaraan yang telah selesai dipakai. Karena
mereka yang sudah pindah tugas dan pensiun masih memakai mobil dinas,"
ujar Sekda Sabrina kepada Tribun, saat berkunjung ke ruangannya di lantai
sembilan, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, pada tahun
lalu.
Pemulangan aset daerah ini, agar pemerintah dapat
memperhitungkan berapa jumlah mobil dinas yang telah tersedia.
"Saya saja waktu masih di Sumut, pernah Makai mobil
dinas, tapi setelah itu saya pindah tugas ke Jakarta, saya kembalikan
seluruhnya yang milik pemerintah,"ujarnya.
Hal ini terjadi dikarenakan, ada beberapa orang yang masih
berkuasa dan memiliki pengaruh dalam pemerintahan Sumut.
"Mungkin ini prilaku para senior saya di Sumut, tapi
saya sudah melakukan penarikan kepada seluruh aset daerah,"ujarnya.
Lalu Tribun Medan, mencoba mendatangi ruangan Kepala Bagian
(Kabag) Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara, Suryadi yang berada di lantai
empat, kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, pada Kamis
(17/1/2019).
Dirinya sat itu sedang berada di ruangan, saat Tribun Medan,
menyambanginya, dia sedang berbincang dengan tamu wanita mengenakan yang mengenakan hijab. Mereka
terlihat berdiskusi.
Tapi setelah wanita itu meninggalkan ruang, Kabag Aset
Daerah Suryadi malah mengunci pintu dan tidak bersedia untuk diwawancarai
mengenai kendaraan dinas.
Ia seolah-olah masih menutupi kejanggalan, yaitu masih
adanya mobil dinas dikuasai oleh mereka yang bukan pegawai negeri sipil.
Lebih lanjutnya, Tribun Medan, kemudian melayangkan sebuah
pesan singkat kepadanya. Lalu juga melakukan pemanggilan dengan menggunakan
telepon, namun Suryadi juga enggan membuka pintu ruangnya tersebut.( team )
- Dapatkan pautan
- X
- E-mel
- Apl Lain

Ulasan
Catat Ulasan